Panduan Lengkap Cara Praktis Budidaya Kutu Air Tanpa Bibit untuk Pakan Ikan Hias - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Panduan Lengkap Cara Praktis Budidaya Kutu Air Tanpa Bibit untuk Pakan Ikan Hias

Kutu air digunakan untuk pakan alami ikan, terutama anak ikan maupun ikan yang telah dewasa untuk mempercepat pertumbuhan.

INPHEDIA.ID - Saat ini, banyak pecinta maupun pembudidaya ikan hias membutuhkan kutu air untuk pakan ikannya. Tapi, banyak pula yang terkendala karena sulit mendapatkannya. Hal ini sebenarnya peluang. Dengan pembudidayaan yang tepat, siapa sangka kutu air memiliki nilai ekonomi tersendiri.

Walaupun hewan ini dikenal dengan nama ‘kutu’ sebenarnya kutu air, salah satu hewan yang terdapat di air ini bukanlah sejenis kutu seperti kutu yang ada di darat yang merupakan binatang parasit. Mungkin hanya karena bentuk hewannya saja yang kecil sehingga banyak yang menyebutnya kutu.

Sepintas bagi banyak orang, kutu air merupakan hewan yang sangat sangat mengganggu. Karena mereka dapat menyebabkan iritasi kulit. Namun ternyata, banyak juga orang yang membudidayakan kutu air ini. Biasanya, kutu air digunakan untuk pakan alami ikan, terutama anak ikan atau yang biasa dikenal dengan nama burayak.

Bagi burayak dan beberapa jenis ikan lainnya, kutu air merupakan makanan pokok bagi mereka setelah makanan bawaan mereka saat lahir sudah habis. Ini karena bentuk kutu air yang kecil dan sesuai untuk ukuran mulut burayak. Karena itulah, dalam nilai ekonomi, kutu air memiliki nilai ekonomi sendiri terutama bagi para peternak ikan hias.

Tidak hanya itu, jika anda berniat untuk membudidayakan kutu air, ternyata kutu air termasuk hewan yang sangat mudah untuk dibudidayakan. Bahkan, anda bisa membudidayakannya tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Semua alat yang dibutuhkan bisa didapatkan secara gratis.

Jenis Kutu Air

Secara umum, ada dua jenis kutu air, yaitu Moina dan Daphnia. Keduanya ini termasuk kedalam jenis udang renik. Namun karena bentuknya yang kecil itulah mereka kemudian dikenal dengan nama kutu air. Walaupun masuk ke dalam jenis yang sama, ada beberapa perbedaan di antara keduanya yang menjadikan kita dengan mudah bisa membedakannya.

Moina jenis kutu air yang dapat dijumpai pada perairan yang banyak mengandung bahan organik seperti rawa-rawa yang penuh dengan lumut, kayu busuk dan yang lainnya. Dalam segi kenampakan, Moina adalah jenis kutu air yang berwara kemerahan.

Sedangkan, Daphnia adalah jenis kutu air yang dapat dijumpai pada perairan tawar yang menggenang dengan suhu sekitar 21 derajat celcius. Dalam segi kenampakan, Daphnia berwarna bening atau transparan. Dan Daphnia adalah jenis kutu air yang paling umum untuk di budidayakan.

Secara kandungan, ternyata kutu air memiliki kadar protein yang cukup tinggi. Yaitu sekitar 66 persen dan kandungan lemak sebesar 6 persen. Karena itulah kutu air sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan burayak.

Jika anda ingin mencoba untuk membudidayakan kutu air, berikut beberapa cara budidaya kutu air yang bisa dijadikan acuan:

Pencarian dan Pembiakan Bibit Awal Kutu Air

Ada 3 cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan bibit kutu air. Pertama, anda bisa membelinya. Kedua, anda bisa mencarinya sendiri. Sedangkan yang ketiga, anda bisa membuatnya sendiri. Jika anda ingin mencarinya, kutu air biasanya mudah di temui di got atau selokan yang memiliki genangan air. Sedangkan jika ingin membuatnya, anda bisa menggunakan sayuran yang sudah layu atau agak busuk, ampas kedelai, air susu ataupun air teh.

Jika diperhatikan, 2 dari 3 cara di atas, adalah cara yang bisa kita lakukan saat ini juga mengingat untuk mendapatkannya tidaklah sulit dan tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.

Penyiapan Wadah Budidaya Kutu Air

Wadah tempat pembudidayaan kutu air juga tidak terlalu sulit. Selama wadah tersebut mampu menampung air, tempat itu bisa dijadikan sebagai wadah pembudidayaan. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan lebih lanjut. Wadah yang akan digunakan adalah wadah yang lebar atau panjang namun tidak terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan kutu air membutuhkan tempat yang luas dan tidak membutuhkan air yang dalam untuk hidup.

Pembudidaya kutu air biasanya menggunakan bak yang terbuat dari beton untuk membudidayakannya. Namun, tentu bukan itu saja wadah yang bisa digunakan. Jika anda memiliki kulkas yang sudah rusak, kulkas tersebut juga bisa digunakan sebagai wadah. Jika anda masih ragu dan ingin mencoba-coba, anda bisa menggunakan ember untuk uji coba pembudidayaan ini.

Besarnya wadah yang akan digunakan akan menentukan seberapa banyak kutu air yang akan anda dapatkan. Untuk itu, ada baiknya sebelum melakukan pembudidayaan, anda memperkirakan sebanyak apa kutu air yang dibutuhkan. Jika kutu air digunakan untuk pakan burayak, perkirakan dahulu banyaknya burayak yang akan anda berikan kutu air.

Jika memang sudah, anda harus mulai membudidayakan kutu air tersebut mulai dari sekarang sebelum telur-telur ikan anda menetas agar ketika ikan-ikan sudah mulai kehabisan makan, kutu air yang anda budidayakan sudah siap untuk mereka konsumsi.

Penyiapan Bibit Kutu Air

Seperti dikatakan di awal, untuk mendapatkan bibit kutu air, anda bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang gratis. Seperti misalnya sayuran yang sudah mulai layu dan kotoran ayam.

* Sayuran Layu

Sayuran layu adalah salah satu bahan yang cukup cepat dalam mendatangkan kutu air. Terlebih kita tidak harus selalu mengeluarkan uang untuk mendapatkannya. Kita hanya perlu ke pasar untuk mencari sayuran yang terjatuh, layu, atau mulai membusuk dan dibuang oleh pedagangnya. Dan salah satu sayuran yang paling cepat mendatangkan kutu air adalah kol.

Sebagai langkah awal, kol yang sudah anda dapatkan di cuci terlebih dahulu sampai bersih dari kotoran yang menempel. Setelah itu, masukan kol kedalam wadah budidaya kutu air dan diamkan selama satu kurang lebih satu minggu. Agar tidak merusak bibit kutu air, wadah budidaya jangan sampai terkena cahaya matahari secara langsung.

* Kotoran Ayam

Kotoran ayam salah satu bahan dasar yang juga bisa anda dapatkan dengan gratis. Kita hanya perlu memasukannya kedalam wadah budidaya dan membiarkannya selama beberapa hari. Namun selain kotoran ayam, sebagai salah satu bahan starter, anda memerlukan susu bubuk dan juga teh yang sudah diseduh.

Wadah budidaya yang sudah dimasukan kotoran ayam lalu dicampurkan dengan susu bubuk dan seduhan teh dan dibiarkan selama beberapa lama. Beberapa hari setelah pencampuran dilakukan, air akan menghijau yang menandakan alga sudah mulai tumbuh dan bibit kutu air tidak lama setelah itu akan mulai bermunculan. Jika dirasa terlalu lama, setelah air menghijau, anda bisa memasukan starter kutu air yang anda beli ke dalam wadah budidaya yang akan menjadikan perkembang biakan kutu air lebih cepat.

* Air Got

Sama seperti cara budidaya kutu air kedua, mungkin cara ini termasuk cara yang cukup menjijikkan bagi banyak orang. Namun ternyata, ini salah satu cara ampuh yang bisa anda lakukan untuk membudidaya kutu air. Untuk cara ini, anda perlu memasukan air got beserta lumpur-lumpurnya ke dalam wadah budidaya dan dibiarkan beberapa hari sampai akhirnya bibit-bibit kutu air mulai bermunculan. Jika dirasa cukup lama, anda bisa memasukan starter kutu air yang anda beli ke dalam wadah budidaya yang akan menjadikan perkembang biakan kutu air lebih cepat.

* Air


Dalam membudidayakan kutu air, tentu selain wadah dan bibit kutu air itu sendiri, anda harus memperhatikan air sebagai media utama perkembang biakan kutu air. Air yang digunakan biasanya adalah ‘air tua’ yang merupakan air endapan dan air yang tidak mengalir.

Cara mendapatkan air tua cukup mudah, anda hanya perlu memasukan air kedalam wadah budidaya dan membiarkannya selama beberapa waktu sampai kotoran yang terkandung didalam air mulai turun ke dasar wadah.

Seperti misalnya jika anda menggunakan kol untuk mendapatkan bibit kutu air, air endapan yang sudah dimasukan kol lama kelamaan akan berwarna hijau karena kotoran dari kol tersebut. Namun jika terus dibiarkan, kotoran dari kol tersebut akan turun dan penampakan air akan kembali bening. Pada saat bening itulah nanti bibit-bibit kutu air akan terlihat.

Hal ini berlaku juga jika anda menggunakan bahan-bahan lainnya. Setelah kotoran mengendap dan air menjadi bening kembali, disaat itulah bibit kutu air akna terlihat. Pengisian air inipun tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena jika air didalam wadah terlalu tinggi, air tersebut juga tidak bagus untuk kutu air. Itulah kenapa untuk wadah, syarat yang harus dipenuhi adalah wadah yang memiliki lebar dan panjang. Bukan wadah yang memiliki tinggi.

Setelah bahan untuk pembudidayaan seluruhnya sudah dimasukan, anda bisa menutupnya bisa juga membiarkannya terbuka. Resiko yang mungkin terjadi jika dibiarkan terbuka adalah wadah tersebut akan menjadi sarang nyamuk dan wadah akan berisi larva nyamuk.

Jika anda membutuhkan banyak pakan alami untuk burayak, larva nyamuk tambahan makanan untuk mereka selain kutu air. Perlu dijaga adalah intensitas sinar matahari yang didapatkan. Wadah budidaya kutu air harus terhindar dari sinar matahari langsung karena dapat mengacaukan proses perkembangan dan pertumbuhan bibit kutu air. (AB/R-03)


1 comment:

  1. Maksudnya perlu dapat intesitas cahaya matahari, tetapi tidak boleh terkena cahaya matahari langsung apa ya ?

    ReplyDelete

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).