Membudidayakan Ikan Air Tawar dengan Kolam Semen Awet dan Tahan Lama - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Membudidayakan Ikan Air Tawar dengan Kolam Semen Awet dan Tahan Lama

Meskipun memiliki biaya yang lebih besar di awal, namun kolam semen atau tembok beton akan lebih tahan lama hingga bisa dikatakan cukup baik untuk investasi bisnis jangka panjang.

INPHEDIA.ID - Untuk budidaya ikan air tawar, anda dapat melakukannya dengan menggunakan kolam semen atau tembok beton yang permanen dan tahan lama. Biaya investasi kolam dengan cara ini tergolong cukup tinggi namun kegunaannya bertahan lama.

Meskipun memiliki biaya yang lebih besar di awal, namun kolam tembok akan lebih tahan lama hingga bisa dikatakan cukup baik untuk investasi bisnis jangka panjang.

Ada dua tipe kolam tembok beton yang dapat anda gunakan sebagai referensi membuat kolam budidaya ikan air tawar konsumsi, seperti ikan patin, lele, nila dan sebagainya. Bahkan, kolam ini juga bisa untuk membudidayakan ikan hias air tawar seperti guppy, cupang, dan lain-lain.

Kedua tipe kolam tembok beton atau semen itu, tipe yang pertama adalah tipe kolam gali seperti kolam ikan pada umumnya. Tipe yang kedua adalah tipe kolam permukaan yang dibuat di atas tanah tanpa melakukan penggalian kolam. Kedua tipe ini memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan lokasi dibangunnya kolam.

Untuk memilih kolam yang tepat sesuai kebutuhan, berikut sedikit ulasan yang mungkin dapat dijadikan referensi.

Kolam Tembok Beton Tipe Tanam atau Gali

Kolam tipe tanam atau gali biasanya dibangun menyesuaikan sumber air yang digunakan. Tipe ini dibangun apabila menggunakan sumber air dari sungai yang letaknya lebih rendah dari permukaan lahan.

Karena itu, penggalian diusahakan pada musim kemarau saat air sungai surut. Hal ini dilakukan agar batas air minimal untuk budidaya dapat terpenuhi. Selain itu, saat musim kemarau anda tidak perlu menyedot air dengan menggunakan pompa air mekanik.

Kolam Tembok Beton Tipe Permukaan

Tipe ini biasanya dibangun pada areal lahan cadas berbatu atau lahan pekarangan yang telah dikeraskan. Hal itu terjadi karena akan lebih memakan biaya tinggi bila harus menggali lahan. Sumber air yang dapat digunakan adalah air sumur baik sumur bor maupun sumur gali.

Tidak disarankan menggunakan air PAM, terutama di daerah perkotaan karena kandungan bahan kimia yang tinggi. Namun, bila terpaksa digunakan anda bisa menetralisir air agar terbebas dari bahan kimia pembersih air.

Keuntungan menggunakan kolam tembok beton adalah sistem pengairan yang mudah diatur antara air masuk dan air keluar. Hal tersebut akan memudahkan anda menguras air dan membuang air kolam pada saat panen.

Endapan lumpur yang tidak disukai oleh ikan pun dapat anda deteksi dan buang dengan mudah. Dan karena konstruksi yang kuat, maka kemungkinan gagal panen karena kolam jebol dapat dinetralisir dengan maksimal.

Karena sifatnya yang permanen, kolam tembok beton harus menggunakan desain dan perhitungan yang mantap dan sesuai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar terdapat kesesuaian antara investasi dan hasil yang akan diperoleh. Untuk membangun konstruksi kolam tembok beton, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Berikut ini beberapa ulasan mengenai konstruksi ideal yang bisa anda jadikan acuan membangun kolam ikan.

Kedalaman Kolam Ikan

Ke dalam ideal untuk kolam ikan dengan masa panen 5 bulan adalah 1 hingga 1,5m. Karena itu usahakan membangun dengan kedalaman lebih dari 1m.

Kolam yang kurang dalam akan cenderung membuat ikan cepat stres sehingga mengganggu pertumbuhan ikan, terutama untuk kolam yang dibangun dengan tipe permukaan. Untuk menghindari ikan melompat dan air kotor karena dahan masuk ke kolam, anda bisa menggunakan jaring atau paranet.

Luas Kolam Ikan

Salah satu cara agar ikan dapat berkembang dengan baik adalah populasi yang ideal. Populasi yang pas untuk ikan agar bisa tumbuh dengan baik adalah 25 ekor per 1 meter kubik.

Apabila anda memiliki kolam dengan ukuran 10 x 10x1 atau 100 m3,maka anda dapat memelihara ikan sebanyak 25x100 atau 2.500 ekor bibit ikan. Menambah bibit dengan kapasitas berlebih tidak akan meningkatkan hasil panen ikan yang anda lakukan.

Saluran Air Kolam Ikan

Sirkulasi air dalam budidaya sangat penting karena ikan cocok hidup di air yang cukup jernih dan tanpa endapan. Karena itu, pembuatan saluran buangan harus dilakukan dengan baik.

Anda bisa membuat dua saluran pembuangan air dalam satu kolam tembok beton. Pertama, digunakan untuk menguras air dan membuang endapan. Kedua, digunakan untuk membuang kelebihan air apabila terjadi hujan lebat.

Untuk pengairan pada kolam tembok beton sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan ikan. Pada awal memasukan bibit ikan yang masih kecil, kolam cukup digenangi setinggi sekitar 30-40 cm.

Selanjutnya, anda bisa menaikkan level air 10 cm per dua minggu hingga mencapai batas optimal antara 100 cm hingga 150 cm. Hal ini dilakukan agar ikan tidak terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk mengambil oksigen di permukaan air. (AB/IN-R-02)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).