Panduan Lengkap Cara Budidaya Belut di Air Bersih Tanpa Lumpur - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Panduan Lengkap Cara Budidaya Belut di Air Bersih Tanpa Lumpur

Beternak belut tanpa lumpur ini mulai banyak dipilih para peternak belut karena prosesnya yang cukup mudah.

INPHEDIA.ID - Sebenarnya budidaya belut dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti cara ternak belut dengan menggunakan drum dan cara budidaya belut dengan menggunakan kolam. Tapi, ternak belut juga ternyata bisa tanpa lumpur. Artinya, hanya menggunakan air saja tanpa tanah sebagai media pembudidayaan.


Belakangan, beternak belut tanpa lumpur ini mulai banyak dipilih para peternak belut karena prosesnya yang cukup mudah. Namun, ada beberapa kelemahan dari cara ternak belut tanpa lumpur ini, yaitu Anda harus menyiapkan makanan yang cukup. Hal ini karena belut hanya akan mengandalkan makanan dari yang Anda berikan.

Selain kelemahan, budidaya ini tentunya juga memiliki keuntungan. Keuntungannya adalah cara ternak belut tanpa lumpur ini memudahkan Anda untuk mengontrol belut ketika terserang penyakit. Selain itu, cara budidaya belut ini dapat menurunkan angka kanibalisme.

Cara ternak belut tanpa lumpur ini memungkinkan bagi para peternak untuk tidak kerepotan karena harus mencari debog pisang, jerami atau lumpur sebagai medianya.

Dalam budidaya cara ternak belut tanpa lumpur ini, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah pemilihan tempat yang mempunyai persediaan air yang cukup disaat musim kering. Sebab, budidaya ini membutuhkan air yang cukup banyak.

Budidaya belut tanpa lumpur ini akan menghemat lahan Anda karena dalam membuat kolam dengan media air bisa Anda susun menjadi tiga tingkat atau lebih. Dalam pemberian pakan pun tidak akan sia–sia karena setiap Anda tebar pakannya belut akan langsung menghabiskannya. Saat panen pun Anda tidak perlu membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan pencarian dan penggalian tanah untuk mencari belut.

Langkah–langkah dan cara membudidayakan belut tanpa lumpur dengan air bersih, antara lain:

Siapkan Tempat dan Air Budidaya Belut

Persiapan tempat untuk ternak belut ini cukuplah mudah, sebab Anda bisa menggunakan kolam atau sungai. Yang paling utama adalah persiapkanlah jaring. Jaring Anda gunakan untuk membuat kolam dengan cara membentuknya sesuai dengan kebutuhan. Misal ukuran 2 x 2 meter atau lebih. Tapi, jika Anda menggunakan kolam maka sebaiknya kolam tersebut Anda tembok sekelilingnya serta alasnya. Sebab, hewan belut ini merupakan hewan yang suka menggali.

Penggunaan air yang layak dalam cara ternak belut tanpa lumpur ini adalah air bersih yang jernih, mempunyai suhu antara 26–28 derajat celcius, air tidak terkandung zat kimia beracun. Hindari menggunakan air PDAM karena kandungan kaporitnya sangat tinggi, air sumur bor karena minim kandungan oksigen dan air limbah. Pada prinsipnya, kondisi air yang digunakan harus bersih dan kaya akan oksigen, terutama untuk penggunaan pada bibit belut yang masih kecil.

Memilih Bibit Unggul Belut


Begitu Anda telah menyiapkan tempatnya, tahap selanjutnya mempersiapkan bibit belut. Untuk memilih bibit belut yang baik, Anda dapat memperhatikan cirinya. Ciri tersebut, antara lain belut tidak luka atau cacat, ukurannya 10 – 12 cm, pergerakan belut lincah, belut tidak pucat, dan jika dipegang belut akan keras.

Penebaran Bibit Belut

Cara ternak belut tanpa lumpur ini dalam penebaran benihnya bisa lebih banyak. Penebaran benih bisa mencapai 30 kg dengan ukuran kolam 1 x 1 meter.

Pemberian Pakan Belut

Pemberian pakan adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi perkembangan serta pertumbuhan belut. Berilah pakan sesuai kebutuhan, jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit. Berilah pakan yang disukai belut. Jika Anda memberikan pakan secara berlebihan maka akan mengakibatkan air menjadi cepat kotor dan akibatnya belut akan mudah sakit dan mati. Namun, jika Anda memberikan pakan kurang maka akan muncul sifat kanibalisme pada belut dan pertumbuhan belut menjadi lama.

Selama ternak belut, Anda masih mau memakan pakan yang Anda berikan maka jangan mengganti dengan pakan lainnya. Pakan yang biasanya disukai oleh belut adalah cacing merah, ikan cere, anakan ikan mas ,kecebong, keong sawah, ulat hongkong dan masih banyak lagi lainnya.

Perawatan Belut

Belut harus Anda rawat hingga besar. Caranya dengan memperhatikan kualitas air, pemberian pakan yang teratur serta sesuai dengan takaran dan penanganan penyakit harus segera dilakukan jika ada belut yang terlihat sakit. Ciri belut yang terkena penyakit ditandai dengan belut terus bergerak pada siang hari, selalu naik ke permukaan dan suka saling serang.

Seperti diketahui, belut binatang air yang sering mengeluarkan lendir pada tubuhnya. Hal ini dilakukan sebagai mekanisme perlindungan tubuhnya yang terbilang sensitif. Lendir yang keluar terus menerus pada tubuh belut bisa mempengaruhi derajat keasaman air atau pH air.

Jika air kolam telah mencapai ambang batas keasaman maksimal 7 maka air harus segera dinetralkan dengan cara mengganti air atau mensirkulasikan air. Dengan demikian kolam atau tempat pemeliharaan belut hendaknya Anda lengkapi dengan peralatan yang bisa mengganti atau mesirkulasikan air.

Panen Ternak Belut

Tahap terakhir yang paling ditunggu-tunggu oleh para pembudidaya adalah masa panen. Panen pada cara ternak belut tanpa lumpur sangatlah mudah. Anda tinggal mengangkat belut ke permukaan dengan menggunakan jaring. Sedangkan, jika Anda menggunakan kolam tinggal mengurasnya saja. Sebelum panen hendaknya Anda mempersiapkan drum atau ember sebagai wadah belut agar tidak mati sebelum dipasarkan ke pembelinya. (AB/R-05)
loading...

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).