Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Nila Semua Jenis Kolam - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Nila Semua Jenis Kolam

Ikan nila sangat cocok untuk dibudidayakan karena mampu berkembang biak dengan instan.

INPHEDIA.ID - Ikan nila sudah dikenal luas karena ikan ini salah satu ikan air tawar yang perkembangannya cepat. Ikan nila sangat cocok untuk dibudidayakan karena mampu berkembang biak dengan instan. Sehingga hasilnya banyak dan menguntungkan. Bahkan, ikan nila dapat dibudidayakan pada semua jenis kolam.

Ikan nila bila sudah dewasa beratnya hingga mencapai 1 kg dan dagingnya pun cukup enak dan gurih. Dibandingkan dengan beberapa jenis ikan lain, ikan ini lebih bagus dan menjadi favorit bagi para peternak ikan. Alasannya tentu karena memiliki harga jual yang lebih mahal dibanding dengan jenis ikan lain tersebut.


Tidak seperti halnya ikan air tawar umumnya, ikan nila mampu mencapai dewasa pada umur 4 hingga 5 bulan. Mereka juga sudah mulai berkembang biak pada umur 1 hingga 2 tahun.

Pada saat umur ikan mencapai 1 tahun pertamannya berat badan mereka rata-rata sudah mendekati 1kg per ekor. Saat berkembang biak mereka bisa menghasilkan larva ikan sekitar 1200 sampai 1500 sekali memijah (kawin).

Ketika hal itu terjadi ikan nila jantan akan membuatkan tempat untuk larva berupa sarang di dasar kolam. Sang jantan akan menjaganya dengan agresif. Ikan jantan akan menjadikan sarang tersebut sebagai daerah kekuasaanya.
 

Banyak orang memilih membudidayakan ikan nila menyadari nilai lebih, termasuk berat badan yang mencapai 1kg dan perkembangan yang cepat tersebut.

Pertumbuhan Ikan Nila

Perlu anda ketahui, saat membudidayakan ikan ini pertumbuhannya sangat tergantung dari pengaruh suhu dan pH didalam air. Suhu air baiknya berkisar antara 20-30 celcius dengan kadar pH 7-8. Selain itu, pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh pakan. pakan juga akan berpengaruh untuk mempercepat perkembangbiakan ikan nila.

Walaupun ikan nila termasuk ke dalam jenis ikan omnivora, yaitu pemakan segala, anda tetap harus memperhatikan dengan teliti. Makanan alaminya saat masih usia benih berupa lumut dan plankton. Saat usianya berkembang maka anda bisa memberikan pelet.

Jika memberikan pakan buatan untuk budidaya ikan nila ini, pastikan mengandung protein sekitar 25 persen. Ini jelas lebih hemat dari budidaya ikan lele dan ikan mas yang membutuhkan kandungan protein tinggi di pakannya pada kisaran 30 – 45 persen.

Memilih Benih Ikan Nila

Pemilihan benih ikan ikan nila merupakan faktor yang sangat krusial/penting terhadap keberhasilan pembudidayaan. Pada ikan nila, anda harus memperhatikan bibit ikan yang dibudiayakan, sebaiknya pilih yang berkelamin jantan. Karena ikan nila jantan perkembangbiakannya lebih cepat 40 persen dibandingkan ikan betina.

Disarankan, sebaiknya anda tidak mencampur bibit ikan nila antrara jantan dan betina. Karena ikan nila termasuk jenis ikan yang mudah berkembang biak. Ketika dicampur maka mereka akan sering bertelur dan energi mereka akan habis untuk berkembang biak sehingga akan berpengaruh terhadap berat badan ikan nantinya ketika dipanen. Jika ingin membuat pembibitan sebaiknya sediakan kolam pembibitan sendiri.

Membuat Kolam Ikan Nila

Untuk membuat kolam ikan nila sebaiknya ketinggian kolam minimal adalah 30 cm dari permukaan air sehingga benih ikan ini tidak akan loncat atau kabur dari kolam. Kolam tanah sangat mudah di buat. Dengan menggunakan kolam tanah banyak sumber makanan alami yang bisa di dapat ikan.

Selain kolam tanah, anda juga bisa memilih membuat kolam bata semen maupun kolam terpal sebagai kolam. Kesemuanya itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing tentunya. Anda bisa memilih jenis kolam yang cocok untuk lingkungan anda.

Untuk membuat dan menggunakan kolam tanah, langkah-langkahnya:

1. Buat galian kolam dan keringkan dengan membiarkannya terjemur matahari sekitar  3-7 hari. Itu hanya acuan tergantung cuaca di sekitar anda. Patokan pengeringan dan penjemuran kolam bisa dihentikan ketika tekstur tanah kolam terlihat retak-retak. Namun tidak sampai mengeras seperti batu dan saat diinjak masih menyisahkan bekas.

2. Langkah berikutnya yaitu membajak tanah dengan cangkul atau alat lainya. Tanah yang dicangkul antara 10 cm permukannya saja. Jika anda mendapati kotoran berupa plastik, kerikil, dan lainnya sebaiknya di bersihkan.

3. Jika kondidi kolam merupakan kolam bekas pakai/ bekas dikuras biasaanya tingkat keasamannya tinggi (alias pH rendah kurang dari 6). Sedangkan yang direkomendasikan untuk budidaya ikan nila pH air berkisar antara 7-8 pada tanah kolam.

Kita bisa menetralkan kolam dengan dolomit atau kapur pertanian. Takaran pengapuran dikonsisikan dengan kondisi pH. Jika pH tanah dikisaran 6 membutukan kapur 500 kg/ha. Apabila pH tanah kolam dikisaran 5-6 sebanyak 500-1500 kg/ha. Sedangkan untuk kolam dengan pH tanah 4-5 sebanyak 1-3 ton/ha. Tebarkan kapur di kolam secara merata sekitar dan biarkan 2 sampai 3 hari.

4. Langkah berikutnya adalah pemberian pupuk. Hal ini bertujuan untuk memberikan nutrisi pada tanah dan biota air maupun tanaman air. Sehingga nantinya akan menjadi pakan alami untuk ikan nila. Anda bisa menggunakan jenis pupuk organik untuk dasarnya seperti pupuk kandang atau kompos. Takarannya berkisar antara 1 sampai 2 ton per hektar.

Untuk pemupukan, sebarkan pupuk pada kolam dan diamkan selama 1 mingguan. Jika dirasa masih kurang bisa ditambahkan pupuk jenis urea 50 sampai 70 kg/ha dan TSP 25 sampai 30 kg/ha lalu biarkan 1 sampai 2 hari.

5. Cara budidaya ikan nila berikutnya memasukan air pada kolam. Lakukan secara bertahap yaitu sampai ketinggian 10-20 cm dibiarkan 3 sampai 5 hari. Tujuannya agar sinar matahari mencapai dasar kolam dan memberi kesempatan ekosistem air terbentuk seperti tumbuhnya tanaman air serta biotanya. Kemudian dilanjut dengan menambah air sampai ketinggian 60 hingga 75 cm.

Memasukkan Benih Ikan Nila

Begitu kolam sudah siap, anda kini bisa menebarkan benih ikan nila ke dalam kolam. Dalam penebaran ini, anda perlu memperhatikan bahwa per m2 dibutuhkan sebanyak sekitar 15 hingga 30 ekor. Akan tetapi, anda juga perlu melakukan pengadaptasian pada ikan ke kolam agar ikan tersebut bisa hidup dengan nyaman di kolam yang sudah anda persiapkan tersebut.

Agar bibit ikan merasa nyaman di lingkungan baru sebaiknya dengan cara memasukan wadah yang dibuka tutupnya dan biarkanlah ikan tersebut keluar dengan sendirinya.

Cara budidaya ikan nila selanjutnya tak lupa anda juga perlu memperhatikan pemeliharaan. Seperti memperhatikan tingkatan oksigen, kejernihan, serta pH airnya. Jika anda memperhatikan kondisi air dan kondisi ikan, anda akan mendapatkan hasil panen yang cukup bagus.

Untuk panen, anda bisa melakukannya dalam rentang waktu 4 hingga 6 bulan karena pada umur ini biasanya ikan memiliki bobot hingga 500 gram per ekornya. (AB/R-01) 

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).