Candi-candi di Pulau Sumatera - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Candi-candi di Pulau Sumatera

Candi Muara Takus
Beberapa candi di Pulau Sumatera itu diketahui tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Jambi hingga Sumatera Selatan (Sumsel).

INPHEDIA.ID - Di Indonesia banyak yang tahu kalau candi terbanyak adanya di Pulau Jawa. Tapi, ternyata di Pulau Sumatera (Swarna Dwipa) juga rupanya terdapat puluhan candi dengan bentuk, ukuran dan bahan dasarnya yang tidak sama dengan candi-candi yang terdapat di Pulau Jawa.

Beberapa candi di Pulau Sumatera itu diketahui tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Jambi hingga Sumatera Selatan (Sumsel).

Candi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

Candi Biaro Bahal

Candi Bahal, Biaro Bahal, atau Candi Portibi merupakan kompleks candi Buddha aliran Vajrayana yang terletak Sumatera Utara. Candi ini kompleks candi --dalam istilah setempat disebut biaro--- yang terluas di Provinsi Sumatera Utara. Arealnya melingkupi kompleks Candi Bahal I, Bahal II dan Bahal III.

Candi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)

1. Candi Tanjungmedan

Candi yang lokasinya di Sumatera Barat pertama bernama Candi Tanjungmedan. Candi Tanjungmedan merupakan situs purbakala yang terletak di Dusun Tanjungmedan, Sumatera Barat.

Meski situs ini sebenarnya sudah lama diketahui keberadaannya oleh masyarakat setempat, akan tetapi oleh pemerintah baru sekitar tahun 1990-an mulai dipugar.

Diperkiraan, Candi Tanjungmedan peninggalan kebudayaan Hindu atau Budha. Perkiraan itu dikuatkan dengan penamaan tempat di mana candi itu berada yang disebut Biaro (biara, vihara).

Saat ini, masyarakat di sekitar candi semuanya beragama Islam dan tidak mengetahui secara persis sejarah asal muasal candi  yang diyakini peninggalan kebudayaan Hindu atau Budha tersebut.

2. Candi Bukik Awang Maombiak

Candi kedua yang berlokasi di Provinsi Sumatera Barat bernama Candi Bukik Awang Maombiak, terletak di Kenagarian Siguntur, Sumatera Barat. Menurut data sejarah, candi itu dibangun dari abad ke 7 hingga abad ke 15, ditemukan Arkeolog ada tahun 1985.

Selain sebagai bukti benda sejarah dari peradaban Sungai Batanghari ratusan tahun silam, candi ini juga merupakan salah satu tujuan wisata sejarah di daerah ini.

Candi di Provinsi Riau

Candi Muara Takus

Candi Muara Takus namanya sudah banyak dikenal kalangan masyarakat luas. Bahkan, di dalam buku-buku sejarah kerajaan di Indonesia maupun melalui media internet (web/blog, medsos, dsb), candi ini sering kali ditulis.

Situs Candi Muara Takus sebuah situs candi Budha yang terletak di Provinsi Riau. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi yang disebut dengan Candi Sulung/Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka.

Sejumlah pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti dan akurat kapan situs candi ini didirikan. Tapi, candi ini dianggap telah ada pada zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya.

Terkait keberadaan situs tersebut, beberapa sejarahwan menganggap kawasan ini salah satu pusat pemerintahan dari kerajaan Sriwijaya yang agung dan melegenda tersebut.

Candi di Provinsi Jambi

1. Candi Muaro Jambi

Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

2. Candi Satu
 

Candi dari bata ini berukuran sekitar 3,5 x 3,5 meter dan dibangun kembali. Pekerja-pekerja menyusun bata-bata baru di atas susunan bata lama. Di tengahnya ada lubang berbentuk silang yang diisi dengan pasir.

Penemuan logam di tubuh candi ini mirip dengan temuan di Situs Candi Muaro Jambi. Bedanya, di Candi Muaro Jambi, logam tersebut hanya berupa lempengan dan berisi tulisan mantra. Sedangkan di Candi Satu bentuknya berupa sebilah golok.

3. Candi Orang Kayo Hitam

Candi ini terletak di Provinsi Jambi. Struktur bata kuno yang diduga merupakan reruntuhan bangunan candi ini telah cukup dilakukan pengumpulan data awal di tahun-tahun sebelumnya. Keberadaannya yang terletak tidak jauh dari lokasi Makam Orang Kayo Hitam cukup strategis secara dilihat dari faktor jumlah kunjungan.

Candi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)

1. Candi Lesung Batu

Situs Lesung Batu merupakan peninggalan budaya dari masa Hindu-Budha di Indonesia. Candi tersebut terletak di perkebunan karet milik masyarakat yang saat ini masih produktif di Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Puslitarkenas, Balai Arkeologi Palembang serta Suaka Peninggalan Purbakala Jambi mengindikasikan bahwa candi dimaksud mempunyai latar belakang agama Hindhu. Kondisi Candi Lesung Batu saat ini masih berupa gundukan tanah yang dibagian permukaannya terdapat sebaran bata kuno.

2. Candi Bumi Ayu

Candi Bumi Ayu satu-satunya komplek percandian di Sumatera Selatan. Sampai saat ini terdapat 9 buah candi yang telah ditemukan dan 4 di antaranya telah dipugar, yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Kawasan Candi Bumi Ayu dikenal dengan situs candi-candi peninggalan Hindu dari aliran Siwa.

Dari hasil penggalian para arkeolog, komplek Candi Bumi Ayu ini merupakan candi-candi Hindu terbesar di luar Jawa, dan dari penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa candi-candi ini merupakan tiruan Candi Prambanan di Jawa Tengah.

3. Gapura Sriwijaya

Candi yang dikenal Gapura Sriwijaya ini terletak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan telah diteliti oleh Tim Napak Tilas Gapura Kerajaan Sriwijaya. Di situs Rimba Candi ini keseluruhannya berjumlah 9 gapura, dan yang baru ditemukan baru 7 gapura.

Saat ditemukan, kondisi seluruh gapura kerajaan Sriwijaya yang berada di situs Rimba Candi ini dalam keadaan roboh. Faktor penyebab gapura tersebut roboh, kemungkinan diakibatkan faktor alam, seperti gempa, erosi dan sebagainya yang terjadi di Sumsel kala itu. (SJ.IN/AR/CDS/**)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).