Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri abad ke-4 hingga 7 Masehi. 

INPHEDIA.ID - Dalam catatan sejarah, Kerajaan Tarumanegara berdiri dari abad ke-4 sampai 7 Masehi. Kerajaan ini, salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kerajaan ini juga meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti, seperti Prasasti Muara Cianten, Prasasti Pasir Awi, Prasasti Tugu, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Lebak, Prasasti Jambu atau Prasasti Pasir Koleangkak dan Prasasti Ciaruteun atau Prasasti Ciampea.

Prasasti Muara Cianten
   
Prasasti Muara Cianten dahulu dikenal dengan sebutan prasasti Pasir Muara (Pasiran Muara) karena memang masuk ke wilayah kampung Pasirmuara, terletak di tepi sungai Cisadane dekat Muara Cianten.

Peninggalan sejarah ini disebut prasasti karena memang ada goresan tetapi merupakan pahatan gambar sulur-suluran (pilin) atau ikal yang keluar dari umbi. Prasasti Muara Cianten dipahatkan pada batu besar dan alami dengan ukuran 2.70 x 1.40 x 140 meter persegi.

Prasasti Pasir Awi
    
Prasasti Pasir Awi terletak di lereng selatan bukit Pasir Awi atau sekitar 559 m dpl di kawasan hutan perbukitan Cipamingkis Kabupaten Bogor. Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara), juga berpahatkan gambar sepasang telapak kaki.

Prasasti Tugu

Prasasti Tugu ditemukan di Kampung Batutumbu, Bekasi, yang sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti ini isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau 12 km oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.

Dari penjelasan isi prasasti itu diketahui penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.

Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi ditemukan di Kampung Muara Hilir Kecamatan Cibungbulang Bogor. Menariknya dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan Dewa Wisnu.

Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Lebak

Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Lebak, ditemukan di Kampung Lebak di tepi Sungai Cidanghiang, Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian Raja Purnawarman.

Prasasti Ciaruteun atau Prasasti Ciampea
Prasasti Ciaruteun atau Prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor. Prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta, yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu, terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.

Prasasti Jambu atau Prasasti Pasir Koleangkak

Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor. Prasasti ini juga menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan Raja Mulawarman. (SJ.IN/AR/TRN/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).