Bukti Baru Asteroid Musnahkan Dinosaurus di Bumi Ditemukan Ilmuwan - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Bukti Baru Asteroid Musnahkan Dinosaurus di Bumi Ditemukan Ilmuwan

Dampak meteorit Chicxulub merupakan penyebab utama punahnya kehidupan puluhan juta tahun lalu.

INPHEDIA.ID - Bukti baru mengenai jatuhnya asteroid raksasa ke bumi dan memusnahkan dinosaurus dan makluk hidup lainnya pada 65 juta tahun lalu ditemukan sekelompok ilmuwan dari Universitas Kansas dan Universitas Manchester.

Dampak meteorit Chicxulub, sebagaimana telah diterima secara luas, penyebab utama punahnya kehidupan puluhan juta tahun lalu. Hal itu dibuktikan adanya kawah seluas 93 mil di Semenanjung Yucatan, yang paling dikenal dari lima peristiwa kepunahan massal terbesar yang mempengaruhi Bumi.

Dampak lain runtuhnya asteroid seperti itu, berupa gelombang tsunami besar yang sejauh ini buktinya baru diketahui dari sedimen di laut.

Tim ilmuwan internasional, dipimpin Robert Depalma (seorang mahasiswa PhD di Universitas Kansas) bersama Prof. Phil Manning (Universitas Manchester) mempublikasikan temuannya di situs baru sisa ledakan asteroid.

Situs ini telah ditemukan di 'tanah tandus' yang kaya dinosaurus di Hell Creek Formation North Dakota, di negara bagian yang terletak di utara Amerika Serikat. Ejecta Chicxulub (mikrotektit, impact-melt glass) ditemukan di situs yang tertutup lapisan kaya iridium yang mengungkapkan bahwa itu waktunya bertepatan dengan peristiwa dampak Chicxulub.

Dalam jurnal yang diterbitkan Universitas Manchester menyebutkan, situs ini memiliki serangkaian kehidupan terestrial (reptil, dinosaurus, dll) dan kehidupan laut (ammonit, hiu, mikrofauna, dll), bukti langsung pertama organisme besar yang terbunuh oleh dampak Chicxulub.

Phil Manning rekan penulis dalam penelitian itu, mengatakan Robert selaku deputi direktur merupakan inisiator dalam studi luar biasa tentang harta karun geologi dan palaeontologi yang unik ini. Sedimen, fosil, dan puing dari dampak terkait, bukti atas peristiwa yang memusnahkan dinosaurus karena Chicxulub, sebagai dampak asteroid terbesar di Bumi.

Peristiwa itu terkait erat dengan kepunahan global atau "massal", yang tidak diragukan lagi begitu penting dalam sejarah Bumi, serta banyak spesies yang menghuni planet saat itu.

Dalam perkembangannya, pemahaman tentang kepunahan dinosaurus dikaburkan oleh waktu, kemudian disamarkan lebih lanjut oleh catatan geologis. Dampak Chicxulub adalah kepunahan global yang masif, yang mematikan lebih dari 75 persen kehidupan di Bumi dalam rentang waktu yang pendek secara geologis.

Tim melaporkan, dalam jurnal PNAS bahwa situs Tanis memberikan gambaran kronologi 24 jam pertama dari peristiwa Chicxulub. Situs itu menyimpan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya dari salah satu momen paling penting dalam sejarah geologi Bumi, dan memberikan catatan paling penting tentang peristiwa dampak Chicxulub yang paling jelas.

Banyak material termasuk fosil dalam sedimen di situs itu memberikan peluang unik untuk meneliti organisme yang terawetkan secara luar biasa. Lapisan sedimen bersama dengan fosil luar biasa yang dikandungnya, dikombinasikan dengan bukti geokimia, memberikan wawasan unik tentang salah satu peristiwa kepunahan massal yang paling banyak dipelajari di Bumi.

Prof Manning menambahkan, jika ini hanyalah awal dari studi panjang di situs Tanis. Makalah PNAS menyediakan kerangka kerja geologis dari mana pekerjaan paleontologis yang lebih luas akan terjadi di masa depan.

"Dapat dikatakan bahwa situs Tanis tidak tertimbun oleh padang pasir dalam badai pasir yang berlangsung sepanjang tahun' (seperti dalam Raiders of the Lost Ark), tetapi tentu saja itu adalah batu roset yang mungkin membantu kita membaca dan memahami dengan lebih baik peristiwa pada hari terakhir dinosaurus," tambah Prof Manning. (AR.IN/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).