NASA Kembangkan Pesawat Berteleskop Temukan Planet Alien - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

NASA Kembangkan Pesawat Berteleskop Temukan Planet Alien

Starshade dilengkapi dengan pelindung besar dan berbentuk datar yang dirancang untuk menghalangi cahaya bintang, berpotensi memungkinkan teleskop untuk secara langsung mengorbit dunia alien yang seukuran Bumi.

INPHEDIA.ID - Badan Penerbangan dan Antariksa NASA sedang mengembangkan pesawat angkasa luar berteleskop untuk menemukan planet alien: Starshade. Misi ini menggunakan teleskop ruang angkasa dan pesawat terbang terpisah yang mengudara sekitar 25.000 mil (40.000 kilometer) di depannya.

Starshade dilengkapi dengan pelindung besar dan berbentuk datar yang dirancang untuk menghalangi cahaya bintang, berpotensi memungkinkan teleskop untuk secara langsung mengorbit dunia alien yang seukuran Bumi. Sedangkan tutupnya berbentuk seperti bunga matahari yang sedang mekar, sehingga diharapkan bisa menangkap gambar tampilan orbit dengan jelas dan beresolusi tinggi.

Instrumen itu disebut sebagai coronagraphs, yang umumnya dipasang pada banyak teleskop berbasis darat dan antariksa, bekerja dengan prinsip pemblokiran cahaya. Meski demikian, belum ada penjelasan terkait pelaksanaan probe Starshade di buku-buku NASA, seperti dikutip dari Live Science.



Agar proyek seperti itu berhasil, kedua pesawat ruang angkasa tersebut perlu disejajarkan dengan posisi yang sangat tepat --dalam jarak sekitar 3 kaki atau 1 meter-- satu sama lain, kata para pejabat NASA.

"Jarak yang kita rencanakan untuk teknologi starshade agak sulit dibayangkan," ujar Michael Bottom, teknisi di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di Pasadena, California, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang bayangkan jika kedua benda itu mengambang bebas di ruang angkasa. Mereka saling tarik-menarik dan terjadi dorongan kecil dari gravitasi serta kekuatan lain," imbuhnya lagi.

Sementara itu, insinyur lain untuk JPL, Thibault Flinois, menjabarkan serangkaian algoritma ala dirinya sendiri, yang menggunakan informasi dari program Michael Bottom untuk menentukan kapan Starshade harus secara otomatis menembakkan pendorongnya agar bisa mempertahankan keselarasan.

Sedangkan, Manager Starshade Technology Development NASA, Phil Willems, mengemukakan: "Ini bagi saya adalah contoh yang bagus tentang bagaimana teknologi ruang angkasa menjadi semakin luar biasa dengan membangun keberhasilan sebelumnya."

"Kami menggunakan formasi terbang di ruang angkasa setiap kali sebuah kapsul berlabuh di Stasiun Angkasa Luar Internasional," tambah Willems. (TKN.IND/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).