Review dan Harga MG Hector, Mobil SUV Kembaran Wuling Almaz - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Review dan Harga MG Hector, Mobil SUV Kembaran Wuling Almaz

Jika Wuling Almaz dijual dalam satu varian seharga Rp318,8 juta di Indonesia, maka MG Hector menyediakan empat varian, yang dijual dengan rentang harga Rp250 juta - Rp345 juta.

INPHEDIA.ID - Morris Garage (MG) Motor India meluncurkan MG Hector, kendaraan dari segmen sport utility vehicle (SUV) dengan model serupa dengan Wuling Almaz, Chevrolet Captiva, dan Baojun 530.

Jika Wuling Almaz dijual dalam satu varian seharga Rp318,8 juta di Indonesia, maka MG Hector menyediakan empat varian, masing-masing bensin manual, bensin dual clutch transmission, hibrida, dan diesel, yang dijual dengan rentang harga Rp250 juta - Rp345 juta.

Sama seperti Almaz, MG Hector juga dilengkapi layar hiburan 10,4 inci dengan opsi konektivitas ponsel pintar, sunroff, kursi elektrik, cruise control hingga kamera 360 derajat untuk memantau kondisi di sekitar mobil.


Kompetitor Almaz di Indonesia, antara lain DFSK Glory 580 dan Honda CR-V 1.5 Turbo. Sedangkan, MG Hector bersaing dengan Hyundai Creta dan Tata Harrier untuk pasar domestik India.

Dengan kapasitas mesin 1.500cc, MG Hector menghasilkan tenaga 143 PS pada torsi puncak 250 Nm sedangkan mesin diesel 2.0 liter turbocharged akan menghasilkan 170 PS pada torsi puncak 350 Nm. MG Hector telah diuji sejauh satu juta kilometer di India sebelum memasuki fase produksi.

Dengan desain khas yang dikemas dengan perangkat keselamatan, fitur terbaik di kelasnya, dan harga yang kompetitif, MG Hector memberikan pengaruh kepada pembeli yang mencari sesuatu yang sangat berbeda dari mobil pada umumnya.

Kesamaan model itu karena empat pabrikan tersebut menjalin kerja sama dengan General Motor untuk memasarkan model SUV bermesin 1.500cc dengan model serupa, tapi terdapat beberapa perbedaan pada fitur dan pilihan mesinnya. (BS.IND/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).