Spesifikasi dan Harga Toyota New Hilux Single Cabin Diesel - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Spesifikasi dan Harga Toyota New Hilux Single Cabin Diesel

Hilux Single Cabin Diesel merupakan bagian dari generasi ke-8 Hilux yang hadir dengan desain gagah, tangguh dan mengedepankan unsur kenyamanan.

INPHEDIA.ID - Toyota terus berinovasi meningkatkan performa kendaraan komersial New Hilux Single Cabin Diesel, dengan memberikan mesin GD-series tipe 2GD-FTV untuk varian 4X4 maupun 4x2 terbarunya, dengan kisaran harga OTR Rp216 juta.

Toyota Hilux merupakan model global Toyota yang digunakan pelanggan dari berbagai negara di lima benua, Amerika, Eropa, Afrika hingga Asia-Australia. Dalam sejarahnya, DNA mobil ini dikembangkan dari Toyopet RK23 Truck yang diluncurkan pada tahun 1956.

Pada 1959, Toyopet RK23 dikembangkan menjadi Toyopet Stout yang menjadi cikal bakal pengembangan Hilux, terutama dalam bidang durabilitas. Generasi pertama Hilux diluncurkan pada 1968, dan sampai saat ini Hilux sudah memasuki generasi ke delapan.

Mesin 2GD-FTV yang dipakai Hilux Single Cabin Diesel 4x4 terbaru bagian dari generasi ke delapan diklaim mampu menghasilkan kekuatan maksimum sebesar 149,6 PS dengan torsi maksimum 40,8 kgm. Sedangkan, pada varian 4x2 dapat menghasilkan kekuatan maksimum 149,6 PS dengan torsi maksimum 35 kgm.

Hilux Single Cabin Diesel hadir dengan desain gagah, tangguh dan mengedepankan unsur kenyamanan. Selain memiliki power dan torsi yang lebih besar, engine 2GD-FTV juga tercatat lebih efisien.

Sentuhan penyegaran yang utama pada kehadiran Hilux generasi ke-8 awalnya adalah penyematan mesin diesel terbaru GD-series untuk semua line-up kecuali single cabin yang masih menggunakan mesin tipe KD untuk line-up diesel.

New Hilux Single Cabin Diesel juga tampil kokoh dan tangguh dengan velg berukuran besar 225/70 R17C sehingga lebih nyaman dikendarai dalam berbagai kondisi medan jalan. (BS.IND/*)
loading...

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).