Sumber Air Panas Berwarna Pelangi di Grand Prismatic Spring Amerika Serikat - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Sumber Air Panas Berwarna Pelangi di Grand Prismatic Spring Amerika Serikat

The Grand Prismatic Spring merupakan sumber air panas terbesar di Amerika Serikat dan terbesar ketiga di dunia setelah Frying Pan Lake di Selandia Baru dan Boiling Lake di Dominika.

INPHEDIA.ID - Karena keunikannya, The Grand Prismatic Spring merupakan sumber air panas berwarna pelangi yang banyak menarik minat wisatawan dunia. Kolam pelangi yang cantik berwarna-warni ini bagian dari Yellowstone National Park, terletak di Wyoming, Amerika Serikat.

Grand Prismatic Spring memiliki luas berkisar antara 250 sampai 300 kaki. Kedalamannya mencapai 160 kaki. Kolam air panas ini dinamai The Grand Prismatic Spring, sesuai dengan warnanya yang menyerupai warna pelangi, seperti warna merah, oranye, kuning, hijau, dan biru.

Setiap tahun sumber air panas tersebut melepaskan setidaknya 560 galon air panas bersuhu 160 derajat Fahrenheit setiap menit. Air di sana mendidih setiap waktu karena panas yang bersumber dari ventilasi bawah tanah yang merupakan bagian dari saluran vulkanik Yellowstone. Tetapi bukannya membentuk geiser seperti di bagian-bagian lain kawasan Yellowstone, air panas di sini justru membentuk kolam raksasa.

Menurut City Data, sumber air panas ini pertama kali ditemukan oleh para penjelajah Eropa pada tahun 1839. Salah satu penjelajah mencatat dalam jurnalnya bahwa di kawasan itu terdapat danau yang airnya mendidih. Sementara, menurut Wikipedia, Grand Prismatic Spring mulai menarik perhatian para peneliti saat para ahli geologi yang bekerja di Hayden Geological Survey menemukannya pada tahun 1871. 



The Grand Prismatic Spring merupakan sumber air panas terbesar di Amerika Serikat dan terbesar ketiga di dunia setelah Frying Pan Lake di Selandia Baru dan Boiling Lake di Dominika.

Pengunjung yang mendatangi tempat itu barangkali bertanya-tanya apa yang menyebabkan warna-warna pelangi di sumber air panas tersebut. Bagian tengahnya berwarna biru cerah, tampak seperti laut dalam. Bagian luarnya berwarna hijau dan kuning. Sementara sisi terluar berwarna merah seperti cairan lava gunung berapi.

Warna merah itu berasal dari bakteri tertentu yang tubuhnya mengeluarkan pigmen berwarna merah. Bakteri ini membentuk lapisan mikrobial di sekeliling danau. Meskipun seringnya menghasilkan warna merah, tetapi bakteri-bakteri ini juga bisa menghasilkan pigmen warna hijau dan kuning. warna-warna yang dihasilkan tergantung dari kandungan klorofil dan karotenoid yang terkandung dalam tubuhnya.

Suhu air danau yang berubah-ubah juga mempengaruhi pigmen warna yang mereka hasilkan. Saat musim panas, lapisan luar danau akan cenderung berwarna oranye atau merah. Sementara saat musim dingin warnanya akan berubah menjadi hijau gelap. Bakteri-bakteri ini tidak mempengaruhi warna air di bagian tengah danau karena di bagian tersebut suhunya sangat tinggi, sehingga bakteri tersebut tidak bisa hidup di dalamnya.

Warna birunya sendiri bisa terjadi karena bagian tengah air danau yang sangat jernih dan dalam, sehingga mampu menyerap dan memantulkan warna biru dari spektrum warna di atmosfer. Fenomena air biru ini sama seperti yang Anda temui di laut dan Danau Baikal, danau dengan air paling jernih di dunia.

Dikarenakan suhunya yang sangat tinggi, pengunjung tidak bisa mendekati danau tersebut, apalagi berenang di dalamnya. Jadi, mereka hanya bisa menikmati keindahan Grand Prismatic Spring dari jalan setapak yang dibangun di sebelahnya atau dari sekeliling pohon-pohon pinus di atas bukit kecil. (PSW.IND/*)


Tonton juga video Yellow Stone National Park, USA berikut:

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).