Bangka Belitung Tetapkan Tiga Lokasi Planetarium Eduwisata - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Bangka Belitung Tetapkan Tiga Lokasi Planetarium Eduwisata



PANGKALPINANG, INPHEDIA.ID - Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menetapkan tiga lokasi pembangunan planetarium berkonsep eduwisata.

"Ada tiga lokasi yang akan dijadikan planetarium berkonsep eduwisata," ujar Kabid Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappeda Babel, Adhari, di Pangkalpinang, Minggu (15/9).

Ia mengatakan, ketiga kawasan planetarium sebagai tempat edukasi dan wisata tersebut, yakni Bukit Kejora, di bawah Bukit Kejora dan terakhir area GOR Sahabudin.

Planetarium yang akan di bangun mengusung konsep eduwisata, sebagai tempat wisata dan edukasi. Diharapkan, planetarium ini dapat menarik wisatawan, tidak hanya dari Bangka Belitung tapi juga nasional dan internasional.

"Secara garis besar, tiga lokasi ini tetap menjadi fokus, namun rekomendasi baru akan keluar setelah ada kajian dari tim ITB," katanya.

Sementara itu, Asisten Peneliti dari Observatorium Bossca, Dwi Yoshafetri Yuna, memberi apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah memberi perhatian terhadap dunia astronomi di Indonesia.

"Selama ini astronomi dipandang sebelah mata, padahal astronomi dapat menjadi tema pariwisata yang potensial, untuk itu saya mengapresiasi langkah Babel yang menjadikan astronomi menjadi tema pariwisata," ujarnya.

Ia menyebutkan, planetarium bukan sesuatu hal yang baru. Ada sekitar 3000 planetarium di dunia, dan di Indonesia sendiri, planetarium salah satunya ada di Jakarta.

Berdasarkan hasil identifikasi, ada beberapa fasilitas yang akan dibangun, seperti planetarium, hilal corner, kelas dan ruangan seminar, diorama pameran, taman astronomi, dan astro camp. Selain itu akan dimasukkan juga unsur kebudayaan Bangka Belitung yang berhubungan dengan astronomi. (NW.IND/*)
loading...

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).