Dorong Ekonomi Masyarakat, Bank Mandiri Targetkan 25 Ribu Agen Digital Perdesaan - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Dorong Ekonomi Masyarakat, Bank Mandiri Targetkan 25 Ribu Agen Digital Perdesaan



BALI, INPHEDIA.ID - Untuk mendorong perekonomian masyarakat, khususnya di daerah perdesaan, Bank Mandiri menargetkan 25.000 agen digital yang melibatkan usaha kecil di seluruh Indonesia.

"Kami lebih mengoptimalkan peran warung di desa sebagai agen digital bank," ujar Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang, di Badung, Bali, Jumat (13/9).

Ia mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekitar 14.000 agen digital Bank Mandiri di Tanah Air. Agen tersebut dapat melayani transaksi seperti di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) termasuk pembayaran tagihan dan transfer. Dengan begitu, peran ATM bisa digantikan melalui agen digital karena fasilitas ATM memerlukan biaya tidak sedikit.

Menurutnya, keuntungan dalam bentuk pendapatan, tidak hanya dirasakan oleh bank semata, tetapi juga masyarakat karena hasil dibagi dua antara masyarakat atau agen digital dan bank.

Ia optimistis target 25.000 agen digital Bank Mandiri bisa terealisasi, mengingat jumlah nasabah UMKM bank dengan simbol pita emas itu mencapai sekitar satu juta nasabah. "Jadi, 25.000 itu masih kecil, tinggal kami pilih nasabah dari satu juta itu mana yang profilnya yang cocok menjadi agen bank," katanya.

Bank Mandiri memiliki alat kontrol untuk mendeteksi rekam jejak nasabah UMKM. Untuk mempercepat target tersebut, bank BUMN itu gencar mengadakan sosialisasi agen digital kepada pelaku UMKM, salah satunya di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali.

Pemilihan desa di ujung Bali Selatan itu tidak sembarangan, karena desa yang sebelumnya tidak begitu dikenal karena daerah yang kering, kini menjelma menjadi tujuan wisata. Daya tarik yang dikembangkan salah satunya wisata minat khusus olahraga paralayang dengan didukung tofografi wilayah berbukit dengan pemandangan laut Samudera Hindia.

Potensi tersebut, jelas dia, dinilai sebagai peluang bagi Bank Mandiri untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui agen digital. "Fee menjadi tambahan pendapatan. Tim Mandiri akan melihat sekitar desa adat apakah ada restoran atau pedagang merchandise yang dapat kami angkat jadi agen mitra bank," jelasnya. (NW.IND/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).