Kompetisi, Perilaku dan Teknologi Trenkan Kembali Pariwisata Mewah - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Kompetisi, Perilaku dan Teknologi Trenkan Kembali Pariwisata Mewah



PURWOKERTO, INPHEDIA.ID - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Chusmeru menyebut, sejak beberapa waktu belakangan konsep pariwisata mewah (luxury tourism) kembali menjadi tren.

"Meski konsep wisata mewah sudah ada sejak dulu, namun beberapa waktu belakangan ini kembali menjadi tren," ujar Chusmeru, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (26/9).

Menurutnya, kemunculan tren pariwisata mewah pada saat ini dilatarbelakangi oleh tingkat kompetisi yang tinggi di sektor pariwisata, perilaku wisatawan milenial, dan juga perkembangan teknologi.

Ia mengatakan, wisata jenis ini sering ditandai dengan wisatawan yang tinggal di hotel bintang lima atau resort, menikmati kapal pesiar, dan belanja barang mewah.

Seiring dengan perkembangan, pariwisata mewah bukan hanya ditentukan pada nilai ekonomis atau harga paket wisata. Dalam perspektif saat ini, pariwisata kemewahan lebih dimaknai pada kedalaman nilai berwisata melalui pengalaman yang didapat wisatawan.

Dijelaskannya, kemewahan yang dimaksud dapat berupa pemanfaatan waktu, kemewahan pengalaman, hingga kemewahan berinteraksi sosial. Kemewahan bukan hanya diukur secara materi, namun juga secara sosial budaya.

Untuk mendapatkan kemewahan sosial budaya, wisatawan bukan hanya mengunjungi satu destinasi wisata saja, tetapi juga tinggal selama beberapa hari dan merasakan pengalaman kehidupan warga setempat di destinasi tersebut.

Sementara, bagi generasi milenial, kemewahan juga dapat diperoleh dengan mengunjungi destinasi wisata yang natural serta mendapatkan berbagai pengalaman yang unik dan menarik.

Kemewahan bagi kaum milenial juga dapat berupa pelayanan yang berkonsep berkelanjutan serta transaksi wisata dengan memanfaatkan teknologi internet, baik untuk pembayaran paket wisata, hotel, pesawat maupun berbagi foto dan video.

Untuk itu, jelas dia, guna menghadapi tren pariwisata mewah para pihak terkait di bidang pariwisata perlu melakukan berbagai persiapan. (NW.IND/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).