Pengusaha Properti Didorong Maksimalkan Digital Marketing - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Pengusaha Properti Didorong Maksimalkan Digital Marketing



JAKARTA, INPHEDIA.ID - Agar dapat bersaing menyasar target milenial, para pengusaha properti didorong untuk gencar memaksimalkan digital marketing.

Upaya ini dilakukan menyusul perlambatan bisnis properti dan konstruksi di Tanah Air dalam lima tahun terakhir, yang membuat para pemangku kepentingan sektor bangunan ini mencari solusi dengan memanfaatkan teknologi.

"Majunya teknologi informasi harus dipandang sebagai sebuah perkembangan yang menguntungkan dunia usaha properti. Untuk itulah pemanfaatannya perlu dilakukan secara baik oleh para pebisnis properti dan konstruksi," ujar Ketua Umum Perhimpunan Alumni Arsitektur Trisakti (Pilars) 93, Robby Budiansyah, dalam seminar Properti Developer Konstruksi Trisakti, di Jakarta, Minggu (15/9).

Ia mengatakan, kemunculan platform penjualan properti melalui aplikasi yang semakin menjamur menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis. Para pengusaha properti dan konstruksi harus beradaptasi dengan perkembangan zaman secara optimal, sehingga pada akhirnya bisa menunjang bisnis yang dijalankan.

Sementara itu, Project Director PT PP Properti Tbk, Raja M.L Tobing mengatakan, pihaknya menyambut baik kemunculan platform berbasis aplikasi di kancah usaha properti dan konstruksi.

Hal ini terkait dengan kemajuan teknologi digital di era milenial. Saat ini, penjualan tak lagi secara tradisional, melainkan sudah secara modern melalui sistem online melalui internet menunjang kinerja dunia usaha.

"Adanya aplikasi digital di bisnis ini adalah terobosan yang sangat menguntungkan dan sudah menarik perhatian para pemain properti, Pergeseran penjualan tradisional ke modern ternyata sangat efektif serta efisien," ujar Raja.

Menurutnya, para pengembang pun sudah memanfaatkan akun-akun media sosial serta membuat aplikasi untuk mengisi peluang digital marketing yang kian berkembang. Kendati demikian, properti adalah produk yang proses pembeliannya tidak bisa dilakukan 100 persen online.

Ketua Umum KPMT, Pramono Dewo mengatakan, adanya kegiatan ini membuka dan menguatkan jaringan pengusaha properti Muslim yang ingin hijrah ke bisnis dan pembiayaan berbasis Syariah.

"Kegiatan ini untuk mengajak para pengusaha properti dan umum untuk tidak takut serta memahami bisnis properti bisa dilakukan dengan sesuai kaidah Syariah," kata Pramono.

Menurut Pramono, hingga kini dunia perbankan masih sulit memberikan pembiayaan di sektor konstruksi. Untuk itulah konsep berserikat dijadikan solusi untuk membuka peluang bisnis. Sementara pembiayaan Syariah akan diarahkan kepada konsep berserikat agar potensi bisnis properti bermunculan.

"Perbankan masih sulit membiayai bisnis properti, kecuali untuk BUMN. Dengan konsep ini akan membuka peluang baru untuk maju bersama, keroyokan sifatnya," imbuhnya.

Pramono menilai, dengan semakin besarnya anggota komunitas akan semakin bagus. Situasi ini akan melahirkan pemikiran bersama yang pada akhirnya mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang mendukung para pebisnis yang memiliki modal terbatas.

"Sudah saatnya pemerintah memberikan dukungan melalui kebijakan yang berpihak pada pebisnis seperti ini," jelasnya. (NW.IND/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).