Gubernur Babel Erzaldi Rosman: Indonesia Penghasil Lada Putih Terbesar Dunia - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Gubernur Babel Erzaldi Rosman: Indonesia Penghasil Lada Putih Terbesar Dunia



PANGKALPINANG, INPHEDIA.ID - Indonesia merupakan negara penghasil lada putih terbesar di dunia, sehingga dapat menentukan harga komoditas perkebunan tersebut di pasar global.

"Vietnam selama ini pandai mempermainkan data lada putih Indonesia, khususnya Babel, sehingga mereka bisa mempermainkan harga di pasar dunia," ujar Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, yang juga Presiden Lada Putih Indonesia, Erzaldi Rosman Djohan, di Pangkalpinang, Rabu (9/10).

Ia mengatakan, Indonesia sebenarnya penghasil lada terbesar di dunia telah disampaikan dalam pertemuan forum internasional yang membahas soal rempah-rempah beberapa waktu lalu, dimana hadir sejumlah negara, di antaranya Vietnam, Malaysia, India dan negara-negara lainnya.

"Kita tidak sadar data itu dipermainkan Vietnam untuk mempengaruhi harga. Ketika pasokan berlebihan, itu harga murah. Pasokan sedikit, harga mahal. Pada saat data itu dinaikkan, maka mereka beli lada kita, mereka campur lada Babel dengan Lada Vietnam," katanya.

Menurut data produksi, lada Babel dalam setahun kurang lebih 30 ribu ton, ditambah lada dari daerah lain di Indonesia kisaran 30 ribu ton. Maka total produksi lada Indonesia dalam setahun produksi lada sekitar 60 ribu ton.

Ia menyebutkan, lada Babel merupakan lada terbaik di dunia. Kalau dicium harum dan aroma yang beda dari lada lain. Antara Lada Vietnam dan lada Babel, terjadi perbedaan, sekitar empat persen, terutama kepedasannya.

"Selama 25 tahun lalu, masyarakat petani Babel sempat beralih ke tambang, sehingga petani sangat jarang, dan saat itulah Vietnam tadinya belajar dengan Babel. Namun saat ini mereka sudah luar biasa. Produktivitas lada Vietnam 3.000 ton per hektar per tahun, sedangkan Indonesia hanya 500 kilogram per hektare per tahun," jelas Erzaldi. (NW.IND/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).