Kemendikbud Sebut Batik Berperan Penting Sepanjang Perjalanan Hidup - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Kemendikbud Sebut Batik Berperan Penting Sepanjang Perjalanan Hidup

Ilustrasi Parade Batik

JAKARTA, INPHEDIA.ID - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, bagi masyarakat di Tanah Air khususnya batik memiliki peranan penting sepanjang perjalanan hidup.

"Pada saat kehamilan, sang ibu mengenakan kain batik dengan motif berbeda untuk ritual misani (sebulan), mindoni (dua bulan), neloni (tiga bulan), hingga mitoni (tujuh bulan). Saat sang anak lahir, kain batik digunakan untuk membebat serta untuk menggendong anak," jelas Direktur Warisan Budaya Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly, di Jakarta, Rabu (2/10).

Ia mengatakan, kain batik dengan motif berbeda akan digunakan pada ritual inisiasi anak laki-laki berupa khitanan. Begitu pula pada ritual pernikahan, salah satunya adalah kain batik motif sidoasih yang bermakna agar pasangan pengantin dilimpahi kasih sayang dan kebahagiaan selama hidup berumah tangga.

Saat kematian, beberapa motif batik yang digunakan melambangkan duka cita, seperti motif slobog/slobok yang berarti longgar, dimaksudkan untuk doa agar arwah seseorang yang meninggal diberi kelonggaran dan ampunan serta dilapangkan kuburnya.

Menurutnya, batik merupakan suatu proses, memiliki nilai lebih dari selembar kain bermotif. Kain batik menjadi sarana manifestasi dari kesabaran, ketekunan, ketelitian, serta falsafah hidup pembuat batik. Batik yang dimaksud adalah kain yang digambar dengan menggunakan alat tradisional yang disebut canting atau cap tembaga untuk mempercepat proses pembuatannya.

Pada 2 Oktober 2009 di Abu Dabhi, Uni Emirat Arab, batik ditetapkan untuk masuk daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan).

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO, batik resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ketiga setelah sebelumnya keris dan wayang terlebih dahulu masuk daftar ICH UNESCO. (NW.IND/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).