Menulis Artikel; Mengembangkan Ide Tulisan dan Gagasan - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Menulis Artikel; Mengembangkan Ide Tulisan dan Gagasan



INPHEDIA.ID - Begitu Anda terjun ke dunia penulisan, berarti harus yakin serta sekaligus rajin menulis. Sekali lagi, tulis apa saja berdasarkan ide atau gagasan Anda. Mungkin dari yang terkecil, Anda menulis puisi, cerita pendek (Cerpen), cerita bersambung (Cerber), meresensi buku maupun juga merencanakan menulis buku. Kembangkan kreativitas di tangan dan pikiran sesuai kemampuan Anda.

Di samping menulis, Anda juga harus membiasakan diri untuk membaca. Hal ini penting. Sebab penulis yang baik, dia bagian dari pembaca yang baik. Baca apa saja yang bisa dibaca. Rajin membaca akan pandai. Banyak sekali bacaan bermanfaat yang dapat Anda baca. Dengan banyak membaca, berarti Anda telah menumpuk ide yang dapat dijadikan sebagai bahan tulisan.

Kembangkan ide-ide Anda dengan perbanyak membaca. Kemampuan menulis Anda dapat dikembangkan di antaranya melalui tiga cara, yaitu eksplorasi, elaborasi dan sintesis. Agar Anda tidak bingung, sekedar menambah wawasan ketiga cara ini masing-masing akan dijelaskan.

Dalam bahasa sederhana, eksplorasi berarti menggali sesuatu yang baru. Penulis hendaknya keluar dari zona nyaman, yakni keluar dari menulis yang itu-itu saja. Memang, menulis dengan gaya yang sudah melekat dengan diri penulis membuat tulisan menjadi aman. Dalam artian kualitasnya bisa lebih terjaga. Namun, tulisan-tulisan yang tercipta bisa terkesan monoton. Pembaca bisa menjadi merasa bosan. Nah, ini menjadi tugas Anda untuk terus mencoba mencari sesuatu yang baru, baik dari segi teknik menulis, tema, pesan, dan sebagainya tanpa harus meninggalkan ciri khasnya.

Sementara elaborasi, berarti penggarapan secara tekun dan cermat. Demikian juga dalam menulis. Anda seyogyanya menggarapnya dengan tekun dan cermat. Sehingga kemampuan menulis Anda dapat tercapai dengan lebih maksimal. Elaborasi dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas sebelum, selama, dan sesudah berkarya. Misalnya, Anda melakukan riset sebelum menulis, memperhatikan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), mempublikasikan karya ke media tertentu dan sebagainya.

Sedangkan sintesis, artinya pencampuran untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Memodifikasi tulisan juga bisa dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang baru dari tulisan Anda. Seperti contoh, Anda mencoba mencampur gaya menulis penulis-penulis ternama dengan gaya menulis Anda.

Salah satu tulisan pengembangan ide, yakni menulis artikel. Semakin matang Anda menulis artikel, makin tajam inspirasi menangkap dan mengembangkan gagasan. Banyak para penulis kreatif dan produktif yang mengawali karyanya dengan menulis artikel dulu. Kemudian berlanjut ke penulisan lain, seperti halnya penulis buku.

Penulis artikel, baik di surat kabar maupun di majalah datang dari berbagai kalangan. Ia bisa memang penulis, pers, pemerhati, pengamat, aktivis, organisasi massa (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh, penggiat, akademisi, mahasiswa hingga pelajar. Artikel yang mereka tulis terdiri dari banyak topik persoalan serta dengan gaya penyampaian yang berlainan pula.

Artikel sendiri bisa berarti karya tulis seperti berita atau esai. Esai merupakan karangan prosa, bukan menggunakan kaidah puisi, yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Ini artinya, menulis artikel juga membutuhkan paparan dari penulisnya.
 
Itu sebabnya, artikel-artikel di media massa, seperti di koran harian, mingguan, bulanan hingga majalah banyak yang memuat data-data tekhnis, tapi kandungan isinya lebih ke arah pemaparan sepintas lalu dan hal ini murni pendapat pribadi penulisnya setelah membaca pendapat lain dari karya yang telah dilihat maupun dibacanya.

Walaupun pada prinsipnya sama-sama menulis artikel, namun masing-masing penulis biasanya memiliki gaya penulisan berbeda-beda. Hal tersebut menunjukkan pula atas kemampuan penulis dalam memilih tema atau topik, gaya penulisan, pemaparan isi hingga muatan yang terkandung di dalam artikel tersebut. Seorang penulis artikel juga dituntut untuk jeli melihat situasi dan kondisi serta menuangkan idenya. Tulisan artikel yang memikat selalu memperhatikan nada tulisan. (Akhmad Sadad/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).