Ini Dia Tiga Jenis Situs dengan Pendapatan AdSense yang Berkualitas - inphedia.id

Header Ads

TOPIK

Ini Dia Tiga Jenis Situs dengan Pendapatan AdSense yang Berkualitas


INPHEDIA.ID - Bagi publisher yang ingin memonetisasi situs dengan Google AdSense, hal-hal yang musti diketahui tentu saja bagaimana cara mendaftar, memonetisasi, mematuhi kebijakan dan memaksimalkan pendapatan dari Google AdSense.

Jika Anda ingin mempelajari cara memonetisasi situs dengan Google AdSense, tips Google AdSense yang paling dasar adalah mengetahui jenis situs apa yang akan memaksimalkan penghasilan dengan Google AdSense.

Jawaban paling mudah adalah situs yang memiliki banyak konten yang berfokus pada topik tertentu dengan jumlah traffic yang tinggi. Namun secara lebih spesifik, berikut adalah tiga jenis situs yang sebaiknya Anda buat jika ingin memperoleh pendapatan AdSense yang INPHEDIA.ID kutip dari referensi Google.

Google menyarankan, apa pun jenis situs yang Anda buat, pastikan situs tersebut mematuhi kebijakan Google AdSense. Secara khusus, baca jenis konten spesifik yang tidak diizinkan dengan Google AdSense.

1. Situs Blog

Berbeda dengan situs yang di dalamnya ada beberapa halaman dengan konten yang jarang berubah, blog adalah situs tempat Anda dan orang lain (yang kontennya juga menjadi tanggung jawab Anda terkait kepatuhannya dengan kebijakan AdSense) akan menambahkan konten baru secara teratur.

Untuk beberapa blog, frekuensinya dapat berkisar antara setiap jam hingga setiap bulan. Hal ini bergantung pada berbagai faktor, termasuk jumlah kontributor dan banyaknya waktu yang dimiliki pemilik serta editor untuk meninjau dan memublikasikan konten.

Blog populer seperti Daily Dot menggunakan Google AdSense untuk memonetisasi pengunjungnya, yang mengkontribusikan sekitar lima hingga sepuluh juta tayangan per bulan, menurut Google Display Planner.

Daily Dot menempatkan banner Google AdSense dalam berbagai area di seluruh situsnya, termasuk header, footer postingan blog, dan di antara listingan postingan teratas di setiap kategori.

 2. Situs Forum

Jika Anda tidak terbiasa dengan ide membuat konten sendiri atau mengelola kontributor konten, jenis situs terbaik berikutnya untuk menghasilkan pendapatan AdSense adalah forum.

Forum adalah tempat orang mendiskusikan topik khusus. Misalnya, catforum.com, yang didedikasikan untuk pecinta kucing di mana saja dan dimonetisasi dengan Google AdSense.

Ini adalah forum yang sangat aktif dengan lebih dari satu juta postingan dan lebih dari 49.000 anggota. Anggota situs yang tidak membayar akan melihat iklan Google AdSense saat login dan selama kunjungan di forum diskusi.

Untuk forum, Anda harus membuat konten terlebih dahulu, namun sebagai pengganti konten blog yang panjang, Anda harus membuat diskusi dan menemukan orang-orang untuk mulai berinteraksi dengan Anda di forum diskusi tersebut.

Seiring waktu berjalan, semakin banyak orang yang akan bergabung mengikuti diskusi tentang topik yang sedang dibahas, dan pada akhirnya pengunjung akan mulai mengklik iklan yang terkait dengan topik tersebut. Pastikan untuk meninjau kebijakan AdSense khusus dalam kaitannya dengan konten buatan pengguna.


3. Situs Fitur Online Gratis

Bagi developer atau orang yang memiliki anggaran untuk menyewa developer, membuat situs dengan fitur online gratis adalah cara lain untuk menghasilkan pendapatan AdSense.

Fitur online gratis dapat menjadi sangat populer, terutama jika Anda dapat menemukan audiens target yang tepat untuk menggunakannya, lalu merekomendasikannya ke komunitas mereka.

Misalnya GIFmaker.me. Situs ini memiliki fitur online gratis yang memungkinkan Anda untuk membuat GIF, yang sekarang makin sangat populer di jaringan media sosial. Saat membuat GIF gratis, pengunjung situs disuguhi dengan beberapa iklan Google AdSense di bagian atas situs dan di sidebar.

Jika situs fitur online gratis Anda berhasil mencapai peringkat #1 untuk kata kunci target, Anda bisa menjadikan investasi untuk pengembangan fitur tersebut menguntungkan melalui pendapatan AdSense.

Apa pun jenis situs yang Anda gunakan untuk Google AdSense, berikut adalah tiga kunci agar berhasil memonetisasi situs Anda. Pertama, Anda harus memastikan topik yang dipilih untuk blog, forum, atau fitur online gratis adalah hal yang akan membuat orang tertarik, dan sesuatu yang akan dicari oleh mereka.

Anda dapat menggunakan alat Keyword Planner AdWords Google untuk melihat apakah sebuah topik yang Anda sedang pikirkan populer di antara pengguna penelusuran Google.

Misalnya, gif maker mendapatkan rata-rata 110.000 penelusuran per bulan, ini merupakan kontribusi penting bagi jumlah pengunjung mereka yang mencapai lebih dari satu juta per bulan, menurut data dari SimilarWeb.

Sebaiknya pastikan bahwa kata kunci digunakan di tempat yang tepat pada situs Anda, sesuai dengan bagian Membantu Google memahami halaman Anda dari Pedoman Webmaster Google.

Kedua, Anda harus membuat hal yang bermanfaat bagi pengunjung yang datang ke situs Anda. Memang benar, sasaran akhir Anda adalah membuat mereka mengklik iklan untuk menghasilkan pendapatan.

Namun, jika Anda tidak membuat postingan blog yang informatif, diskusi yang cukup menarik, atau menyediakan fitur yang berharga, orang-orang akan berhenti mengunjungi situs Anda, dan Anda pada akhirnya akan kehilangan pengunjung yang dibutuhkan untuk mengklik iklan Anda.

Ketiga, promosikan blog, forum, atau fitur Anda agar pengunjung yang Anda butuhkan mau mengonsumsi konten Anda, berinteraksi dalam diskusi, dan menggunakan fitur Anda.

Melalui promosi, Anda akan membantu situs mendapatkan pangsa media sosial dan backlink yang berharga. Backlink ini nantinya akan membantu situs Anda mendapatkan peringkat yang baik di mesin telusur.

Anda dapat kembali melihat bagian Membantu Google menemukan halaman Anda di Pedoman Webmaster Google untuk mempelajari lebih lanjut cara meningkatkan peringkat situs Anda di mesin telusur secara tepat.  

Demikian tiga jenis situs dengan pendapatan AdSense yang berkualitas. Semoga tulisan ini bermanfaat. (TP/IN/*)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).