-->

Luxor Mesir, Museum Terbuka Terbesar di Dunia

 

Kota yang ada sekarang dibangun di bekas lokasi Thebes, ibu kota Mesir kuno yang terkenal pada 2052 SM. Raja-raja Firaun memerintah di sini, menciptakan peradaban yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.




INPHEDIA.ID - Luxor salah satu kota berpenduduk tertua di dunia yang berada di Mesir Hulu (selatan) dan ibu kota Kegubernuran Luxor, yang kini telah berubah menjadi kota modern di Mesir.

Luxor sering dicirikan sebagai museum terbuka terbesar di dunia, karena reruntuhan kompleks kuil di Karnak dan Luxor berdiri di dalam kota modern ini. Tepat di seberang Sungai Nil, terdapat monumen, kuil, dan makam di tepi barat Necropolis, yang meliputi Lembah Para Raja dan Lembah Para Ratu.

Kota yang ada sekarang dibangun di bekas lokasi Thebes, ibu kota Mesir kuno yang terkenal pada 2052 SM. Raja-raja Firaun memerintah di sini, menciptakan peradaban yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

Tanah-tanah padang pasir bagian baratnya yang pada masa lalu dikenal sebagai “kota kematian”, tempat di mana semua penerus Dewa Amun dimakamkan bersama kekayaan yang dapat dibawa ke kehidupan abadi, menurut kepercayaan mereka.

Luxor menyimpan catatan koleksi seni dan arkeologis Mesir purba yang berlimpah, sebagian bahkan dirunut kembali sampai 3000 SM. Penggalian terakhir dilakukan atas makam Fir’aun kecil, Tutankhamun, yang penuh dengan perhiasan emas, patung dan surat berharga.

Di lokasi asli, monumen-monumen tertua berasal dari Dinasti XI (2081-1939 SM), saat kota provinsi itu menjadi ibu kota Mesir bersatu. Banyak penguasa Thebes yang meninggalkan warisan fisik yang bisa dipelajari.

Kuil Hatshepsut dari Dinasti XVIII menggambarkan bahwa kelahirannya yang penuh keajaiban, sebab bersatunya Ratu Ahmes dan Dewa Amon (menurut kepercayan Mesir kuno). Amenhotep III meninggalkan 2 patung besar setinggi sekitar 70 kaki atau sekitar 20 meter yang dikenal sebagai Kolossi Memnon.

Firaun Ramses II memesan dibuatkan gambaran dari perang-perang besar, termasuk yang dialaminya sendiri melawan kaum Hittit Suriah, selain adegan festival pemujaan dewa hasil bumi. Menghiasi bagian luar kuilnya, gambar-gambar ini masih ada sampai kini.

Sebelum pandemi Covid-19, tiap tahun ribuan turis dari seluruh dunia datang mengunjungi Luxor untuk mengagumi warisan kuno ini serta bukti lain peradaban purbanya dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian kota modern tersebut. (LX/IND/*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top